BUDIDAYA JAMUR TIRAM DAN PEMASARANNYA

Karakteristik Kuliner dan Nutrisi Jamur Tiram
Bentuk fisik jamur ini yang seperti cangkang tiram menyebabkannya disebut dengan jamur tiram (Pleourotus spp), dikenal juga dengan nama shimeji, oyster mushroom atau supa liat. Jamur tiram ini ada beberapa jenis, selain jamur tiram putih, ada juga jamur tiram coklat dan jamur tiram merah jambu.
Rasanya unik (exotic taste) dan lezat. Dapat dimakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan makanan lain, dalam kondisi segar sebagai lalapan ataupun dimasak.
Tekstur jamur tiram yang unik membuatnya dapat diolah dengan berbagai macam masakan, misalnya disup, ditumis, dibakar, dipepes, digulai dan digoreng. Bahkan jamur ini dapat dijadikan tepung sebagai bumbu penyedap berbagai jenis makanan.
Jamur tiram merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Masyarakat umumnya lebih mengenal jamur ini dari sisi kulinernya, padahal kandungan gizi jamur tiram lebih kaya daripada daging dan hampir sama dengan kandungan gizi dari telur dan susu.
Organisasi Jamur Dunia (Mushworld) aktif mempromosikan jamur ini sebagai bahan pangan masa depan, karena relatif mudah dibudidayakan dan bergizi tinggi.
Jamur ini mengandung protein, karbohidrat, serat, lemak nabati, vitamin C (asam askorbat), vitamin yang biasanya ditemui pada hewan yaitu B1 (Tiamin), B2 (Riboflavin), B3 (Niacin) dan B12 (sianokobalamin), pro-vit. D (Ergosterol), asam folat, mineral Na, K, Ca, Fe, P, dan asam amino esensial khususnya lisin yang kadarnya pada jamur ini lebih banyak daripada sereal.
Jamur Tiram Sebagai Terapi Makanan Sehat dan Obat Alami
Jamur tiram bukan hanya sekedar makanan, pengobatan tradisional timur dan barat sudah berabad-abad lamanya mengetahui bahwa jamur dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengobatan yang sangat baik. Dari hasil berbagai penelitian ilmiah, jamur tiram sangat baik untuk kesehatan, berikut ini beberapa alasannya:
    1. Sumber serat untuk memperlancar dan memperbaiki proses pencernaan.
    2. Sumber mineral untuk menambah darah dan mencegah defisiensi sehingga sangat baik bagi ibu hamil dan menyusui.
    3. Jamur tiram merupakan sumber beta-1,3/1,6 glukan (pleuran), molekul ini menstimulasi sitem immun tubuh untuk membunuh sel-sel tumor.
    4. Mengandung mevinolin dan senyawa sejenis yang dapat menghambat enzim reduktase dalam biosintesis kolesterol (menurunkan kadar kolesterol), kadar sodiumnya yang rendah sangat cocok sebagai sumber nutrisi dan terapi makanan bagi penderita darah tinggi, gangguan jantung, gangguan ginjal, dan penderita penyakit gula (diabetes).
    5. Mempercepat pemulihan dari kelelahan otot (fatique) dan sebagai obat kuat (aprodisiak).
Potensi Bisnis Jamur Tiram
Bisnis produksi jamur tiram ini menjanjikan keuntungan yang lumayan, dengan keuntungan bersih (netto)  berkisar antara 20-30 %. Jumlah keuntungan netto meningkat menjadi 30-50% apabila dijual dalam bentuk olahan, misalnya jamur goreng krispi.
Berikut beberapa alasannya:
    1. Jamur tiram putih sebagai makanan organik, sehat dan lezat merupakan karakteristik yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi.
    2. Teknik dan peralatan budidaya yang sederhana, bahan baku murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, jerami padi, dedak dan kapur, proses budidaya organik (tidak membutuhkan pestisida) serta limbah akhir yang dapat digunakan sebagai pakan ternak dan kompos.
    3. Lahan produksi yang dibutuhkan relatif kecil.
    4. Tingkat persaingan yang tidak begitu ketat, khususnya untuk daerah tertentu seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sedangkan untuk daerah lainnya seperti Kalimantan, Sulawesi dan Irian, maaf, saya gak tahu, karena saya belum pernah kesana hehehe.. ^,^
Skema Pemasaran Produksi Jamur Tiram
Berikut ini adalah garis besar strategi pemasaran jamur tiram (gambar 3):
    1. Produsen menghasilkan empat jenis produk, yaitu jamur segar, jamur olahan, bibit dan baglog (media tumbuh jamur) siap pakai.
    2. Produsen menjual produk segar dan olahan kepada sales, agen/distributor atau ke konsumen langsung, ke pasar tradisional, supermarket, minimarket, restoran, penjual jamur olahan, dan untuk diekspor.
    3. Produsen menjual produk bibit dan baglog ke petani plasma, atau petani mandiri.
    4. Produsen menampung produk dari petani plasma untuk dijual kembali
Proses Produksi (Budidaya) Jamur Tiram
Langkah-langkah produksi jamur tiram adalah sebagai berikut:
    1. Pengumpulan Bahan-Bahan dan Peralatan. Bahan-bahan: serbuk kayu, dedak padi/bekatul, tepung jagung, dolomit/kapur, gips dan air. Peralatan: plastik baglog, cincin paralon, tali plastik, kapas, plastik penutup baglog, cangkul, sekop, ayakan, plastik terpal, dan sterilizer.
    2. Pengayakan Serbuk Kayu
    3. Pencampuran Bahan-Bahan
    4. Pengomposan (1-3 hari)
    5. Pembuatan Baglog
    6. Sterilisasi Baglog
    7. Pendinginan Baglog
    8. Penanaman (inokulasi) Bibit Jamur
    9. Inkubasi Baglog
    10. Pembukaan Baglog
    11. Pemanenan Jamur
    12. Pengemasan Produk
Sumber :
http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/11/03/jamur-tiram-karakteristik-potensi-bisnis-dan-proses-produksi-506197.html